Sunday, 20 November 2011

Sejarah Pendidikan Jasmani

PENDIDIKAN PADA ZAMAN PURBA/KUNO

Pendidikan adalah usaha manusia untuk kepentingan manusia. Jadi pada saat manusia itu ada dan masih ada, pendidikan itu telah dan masih ada pula. Pada kenyataannya dapat kita telaah bahwa praktek pendidikan dari zaman ke zaman mempunyai garis persamaan. Garis persamaan atau benang merah pendidikan itu ialah :

Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan.

Pendidikan merupakan kegiatan yang bersifar universal.

Praktek pelaksanaan pendidikan memiliki segi-segi yang umum sekaligus memiliki keunikan (ke-khasan) berkaitan dengan pandangan hidup masing-masing bangsa.

MESIR



Mesir purba telah mengenal peradaban dan kebudayaan tinggi. Ini terbukti dengan telah dikenalnya tulisan dengan huruf heiroglyph (tulisan suci), telah kenal kalender (penanggalan) dengan pembagian 12 bulan tiap tahun, telah mengenal irigasi dan sebagainya.



Tujuan pendidikan agar manusia berbuat susila sesuai dengan ajaran agama. Materi pelajaran yang diberikan ialah membaca, menulis, berhitung, bahasa dan ilmu mengukur tanah serta astronomi. Meski telah memiliki pusat-pusat pendidikan yakni di kuil-kuil (piramide) yang di dalamnya terdapat perpustakaan dan asrama bagi para guru dan murid-muridnya.



INDIA



Secara ketat/tegas India membagi masyarakat dengan kasta/tingkatan. Dalam kehidupan agama Hindu di India terkenal ada 4 kasta, yaitu; 1) kasta Brahmana, 2) kasta Ksatria, 3) kasta Waisya, 4) kasta Sudra (Syudra).



Hidup di India bukan ditentukan oleh kepercayaan kepada dewa, tetapi ditentukan oleh tingkatan atau kasta tadi. Tujuan akhir hidup adalah mencapai Nirwana. Ciri-ciri pendidikan di India adalah :

Pengajaran agama di nomor satukan.

Pendidikan diselenggarakan oleh kasta Brahmana.

Tujuan pendidikan; mencapai kebahagian abadi (Nirwana).

Penyelenggaraan peadidikan berlangsung di rumah (keluarga) dan sekolah. Materii pelajaran yang diajarkan yaitu astronomi, matematik, pengetahuan tentang obat-obatan, hukum, kesusasteraan, sejarah.



CINA



Cina memiliki keunikan dalam hal kebudayaan dan pendidikan. Artinya dibandingkan dengan negara-negara timur lainnya. Cina memiliki sejarah tersendiri. Kebudayaan Cina adalab asli Cina tidak terbaur atau tercampur dengan kebudayaan dari luar. Ciri-ciri pendidikannya antara lain:

Persoalan pendidikan tidak ada kaitannya dengan agama.

Pendidikan diselenggarakan oleh keluarga dan negara.

Tujuan pendidikan adalah mendidik orang berhati mulia dan menghormati sesama.

Tokoh-tokoh pendidik dan filsuf terkenal pada saat itu ia LaoTse dengan ajaran Tao =jalan Tuhan yang menjadi Taoisme sangat berpengaruh terhadap hidup dan perikehidupan Cina. Tidak kalah juga pengaruhnya Kon Fu Tse (Konfusius) dengan ajaran Li (etiket, kewajiban). Penyelenggaraan Pendidikan dilaksanakan di dalam keluarga dan sekolah, Pelajaran pokoknya adalah menulis dan mempelajari lambang lambang kata kata yang jumlahnya mencapai 50 000. Di Cina juga dikenal adanya pendidikan pegawai.



YUNANI



Yunani kuno terbagi menjadi Sparta dan Athena. Orang-orang Sparta mementingkan pembentukan jiwa patriotik yang kuat dan gagah berani. Tujuan pendidikan Sparta adalah membentuk warga negara yang siap membela negara (membentuk tentara yang gagah berani)

.

Ciri-ciri pendidikannya adalah :

Pendikan diperuntukkan hanya bagi warga negara yang merdeka (hukan budak).

Anak-anak cacat atau lemah dimusnahkan.

Lebih mengutamakan pendidikan jasmani.

Anak-anak yang telah mencapai umur 7 tabun diasramakan.

Sedangkan Athena lebih mernentlngkan kesehatan jasmani dan rohani serta hidup harmonis.



Ciri-ciri pendidikan di Athena adalah:

Pendidikan diselcnggaratcan oleb keluarga dan sekolah.

Sekolab diperuntukkan bagi siapa saja (behas).

Materi atau hahan pengajaran utama bangsa Athena adalah gymnastis (gymnastik) dan musik. Yang pertama bagi pendidikan jasmani dan yang lain bagi pendidikan rohani.



ROMAWI



Pada mulanya tujuan pendidikan Rornawi adalab terbentuknya manusia-manusia yang siap berkorban membela tanah air. Inti pelajaran adalah mempersiapkan warga negara menjadi tentara.Penyelenggara pendidikan adalah di rumah-rumah keluarga bangsawan. Materi pelajarannya meliputi mebaca, menulis, dan berhitung. Pada perkembangan selanjutnya Romawi terbawa oleh arus aliran Epicurisme dan aliran Stoa. Aliran Epicurisme berpendapat hahwa kebahagian akan terwujud manakala manusia menyatu dengan alam. Aliran Stoa berpendapat bahwa tujuan hidup adalah mencapai kebajikan. Kebajikan itu akan terwujud apabila manusia dapat menyesuai kan din dengan alamnya, karena manusia adalah bagian dari alam. Sedangkan alam itu sendiri dikuasai oleb budi Ilahi.



Dengan munculnya dua faham tersebut cjta-cita atu tujuanRomawi beruhab dari rnembentuk manusia sehat kuat untuk membela tanah air (kebajikan kepahlawanan) menjadi membentuk manusia yang bijaksana dan berakal budi (kebajikan kemanusian).



PENDIDIKAN PADA ABAD PERTENGAHAN



Ciri-ciri utama dari pendidikan pada abad pertengahan adalah :

Seluruh pusat pendidikan bersatu untuk mewujudkan cita-cita yang telah ditetapkan oleb gerreja Roma Katolik.

Gereja berusaha untuk memperbaiki kehidupan rakyat.

Mendirikan sekolah-sekolah.

RENAESANCE



Masa kelahiran (Rehaessance) ditandai dengan adanya usaha untuk mengkaji, menafsirkan, merencanakan dan apabila perlu mengecam berlakunya kebudayaan klasik (kuno).



Ciri-ciri utama gerakan ini adalah :

Terbebasnya manusia dari ikatan abad tengah.

Mencari alternatif pedoman yang dapat membebaskan individu dari ikatanin ikatan tadi.

Pada masa/jaman Renaessance muncul aliran :

Humanisme: berciri optimistis, tak percaya pada kekuatan di luar manusia termasuk dewa atau Tuhan.

Reformasi: berciri menetang gereja Katolik, ingin kembali ke ajaran Nasrani dengan Injil sehagai panutannya.

Kontra Reformasi: ingin memperbaiki. keadaan (setelah adanya Reforrnasi) dan menjalankan disiplin tinggi terhadap peraturan gereja.

Keadaan Pendidikan :

Tujuan pendidikan Humanisme: membentuk manusla yang berani, bebas dan gembira.

Tujuan pendidikan Reformasi: membentuk manusia yang bebas dari segala macam ikatan.

Tujuan pendidikan Kontra Reformasi: mempertfnggi disiplin menjalankan agama Katolik.

No comments:

Post a Comment